Siapa sih yang tidak menyukai hamster? Hewan dari sub-ordo Cricetidae ini sering kali dijumpai di kalangan masyarakat perkotaan yang haus akan hewan peliharaan, tapi tidak ingin repot dengan binatang yang terlalu besar seperti anjing atau kucing. Tapi jangan salah, meski kecil, mereka tetap makhluk hidup yang perlu diperhatikan dengan komitmen! Yuk kita simak ulasan singkat dibawah ini..
Introduction
Sekedar intro, asal usul nama hewan pengerat yang manis ini bermula dari sifat mereka yang suka menimbun makanannya yaitu hamstern, yang berarti menimbun dalam bahasa Jerman.
Hamster merupakan hewan nocturnal seperti rodensia lainnya, dan dia memiliki kantung pipi untuk menyimpan makanan mereka.
Hamster terbagi menjadi beberapa jenis, seperti Giant Hamster yang panjangnya mencapai 15-20 cm, umumnya digunakan untuk hewan lab, dan Mini Hamster yang sering dipelihara oleh manusia.
Species
Hamster trah mini yang sering dipelihara di Indonesia antara lain
1. Campbell (Phodopus campbelli)
Ras paling umum yang dipelihara, menyukai pelet, biasanya galak dibanding ras lainnya dan terdapat berbagai warna seperti albino, black bear, platinum, panda, mocca, dll
2.Winter White (Phodopus sungorus)
Hamster yang memiliki keunikan karena bulunya yang berganti warna saat musim berubah ini tergolong ramah dan dapat bertahan hingga 2 tahun. Warnanya bervariasi dari golden, safir, blue argente, dll
3.Roborovski (Phodopus roborovskii)
Hamster penyuka biji-bijian ini berukuran paling kecil (4-5cm) dibanding dengan ras lainnya, meski demikian, hidupnya paling panjang, sampai 4-5 tahun. Jinak dan lincah.
4.Hamster Cina (Cricetulus griseus)
Paling sulit / jarang ditemui di Indonesia, ciri khas hamster ini adalah berbadan ramping dan memiliki ekor yang cukup panjang. Berukuran sekitar 10 cm.
Pakan & nutrisi
Pada umumnya di petshop atau klinik hewan sudah tersedia makanan yang diformulasi terdiri dari pelet, biji-bijian, beras, kuaci dan sebagainya. Hamster dapat diberi sayur-sayuran atau buah-buahan seperti toge 2-3 kali seminggu sebagai variasi. Ukuran porsi makan mereka sekitar 10% berat badannya, jadi jangan terlalu banyak memberinya makan. Seujung sendok kecil sudah cukup.
Jangan lupa sediakan selalu air bersih dalam botol.
Kandang
Kandang harus mudah dibersihkan, dan kalau bisa bagian dasarnya cukup tinggi (sekitar 5cm) sehingga mampu menampung serbuk kayu yang diberikan. Sirkulasi udara juga harus baik, seperti dengan menggunakan kawat di atasnya.
Kandang yang lembab dapat membuat hamster anda terkena pneumonia, stress, dan juga infeksi bakteri lainnya.
Padding/Litter
Sediakan serutan kayu yang bersih, halus, dan juga pasir zeolit untuk mandi nya. Pasir ini berfungsi untuk menyerap air sehingga mencegah kelembaban dan juga menyerap keringat hamster itu sendiri sehingga bulunya tetap kering dan tidak bau. Untuk hamster yang sedang hamil, dapat diberikan kapas atau tissue halus sebagai bahan sarangnya.
Exercise
Hamster butuh olahraga! Karena sifat alaminya adalah aktif di malam hari untuk mencari makan dengan berkeliling ke berbagai tempat. Sediakan mainan seperti lorong-lorongan atau kiciran agar mereka dapat berlari. Seekor hamster dapat berlari sepanjang 8 mil setiap harinya.
Demikian beberapa info mengenai hamster, komentar dan pertanyaan sangat diharapkan :)
Dan jangan lupa, jangan berikan hamster sebagai hadiah! Seperti yang sudah dijelaskan diatas, hamster pun makhluk hidup yang membutuhkan perhatian dan komitmen dalam perawatannya. Jangan biarkan hewan anda menderita.
Selamat merawat hewan anda!
*Semua informasi dibantu oleh drh. Ulum, beliau merupakan pemilik Hams Corner yang berlokasi di Dramaga Bogor. Terima kasih atas pengetahuan yang telah di-share oleh beliau